Fakta Tentang Terapi Musik

Tokoh-tokoh pencetus Terapi Musik

Ilmu tentang terapi musik telah berkembang sejak abad ke-800 Masehi, yaitu jaman kekhalifahan Islam. Dua tokoh yang amat berperan yaitu Al Kindi dan Al Farabi, dua orang ilmuwan Islam yang mempelajari beberapa bidang ilmu seperti filsafat, logika, ilmu hitung, astronomi, ilmu musik termasuk juga ilmu kedokteran dan pengobatan. Dua tokoh inilah yang memberikan ide dan gagasan mengenai musik sebagai penyembuh mujarab dari berbagai penyakit. Great Book About Musik, sebuah buku karya Al Farabi mengatakan bahwa musik membuat rasa tenang, sebagai pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual, menyembuhkan gangguan psikologis.

Selain 2 tokoh diatas, seorang filsuf terkenal dan pemikir besar Islam yaitu Ibnu Sina yang juga merupakan murid dari Al Farabi, mengatakan bahwa “Salah satu perawatan terbaik dan paling efektif adalah memperkuat kekuatan mental dan spiritual pasien, dan memberinya lebih banyak keberanian untuk melawan penyakit”.

Menurut Sina bahwa keberadaan suara sangat penting untuk eksistensi manusia. Suara yang tertata dan teratur memiliki efek mendalam pada jiwa seseorang.

Semua Jenis Musik bisa dijadikan Terapi Kesehatan.

Jenis musik seperti apa yang cocok untuk terapi kesehatan??? Jika itu pertanyaannya, maka bisa dijawab “semua jenis musik”. Ya, semua jenis atau genre musik sebenarnya bisa digunakan perihal terapi kesehatan. Namun perlu diingat bahwa setiap jenis musik itu memiliki efek yang berbeda terhadap respon tubuh , terutama pikiran kita. Masing-masing nada, melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya musik akan memberi pengaruh berbeda kepada pikiran dan tubuh kita. Tantangan didalam menciptakn musik untuk terapi adalah menyesuaikan komposisi musik dengan masalah atau tujuan yang ingin kita capai. Jika tujuannya adalah ingin menyembuhkan penyakit insomnia, maka yang harus diracik adalah music yang mengantarkan seseorang untuk tertidur. Musik yang membuat kita mengantuk dan akhirnya terbawa di alam mimpi. Tiga (3) komponen musik yang sangat berpengaruh terhadap manusia yaitu beat, harmony dan ritme. Beat mempengaruhi tubuh, harmony mempengaruhi roh dan Ritme mempengaruhi jiwa manusia. Tiga komponen ini akan berpadu untuk menyembuhkan segala penyakit yang ada dalam diri manusia dimana manusia itu terdiri dari raga atau tubuh, roh dan jiwa.

Bukti nyata beat dapat mempengaruhi tubuh adalah ketika kita sedang berada pada sebuah konser musik rock, maka tak ada satupun dari pemain musik rock dan kita yang hanya diam saja. Hampir dipastikan tubuh akan bergerak seirama dengan beat musik rock. Tubuh akan selalu mengikutinya walaupun terasa sangat lelah untuk terus bergerak dengan dahsyatnya. Bahkan ada yang sampi bergerak memutar kepala dan berteriak-teriak.

Harmoni atau melodi yang menyayat hati seperti ketika kita mendengarkan suara-suara dalam film horror, atau suara-suara di video bencana alam yang menyayat hati seringkali membuat kita merinding. Dalam ritual keagamaan, seringkali diberikan musik-musik yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Dalam dunia meditasi, manusia mendengarkan harmoni-harmoni yang ada di lingkungan sekelilingnya.

Ritme atau irama sebuah musik yang dapat memberikan pengaruh terhadap jiwa manusia. Jiwa yang merasakan kesedihan, kegalauan, kegundahan disarankan untuk mendengarkan musik yang indah dengan ritme yang teratur. Perasaan sedih biasanya akan menjadi lebih tenang dan rileks, bahkan di luar negeri pihak dokter dan rumah sakit memperdengarkan musik pada sang pasien guna mempercepat proses penyembuhan.

Terapi musik yang effektif, memadukan antara ketiga komponen tersebut meliputi beat, harmoni dan ritme guna memberikan kesembuhan pada penyakit tertentu. Jadi, walaupun semua jenis musik bisa digunakan namun musik dengan komposisi tertentu tidak sembarang orang bisa menciptakannya. Perlu pengalaman, riset, pembelajaran dan juga pelatihan secara professional.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.