Gelombang Otak Saat Tidur

Secara normal, proses yang harus dialami sebelum orang tertidur adalah mengantuk. Mengantuk merupakan suatu keadaan dimana kesadaran akan situasi disekitar mulai menurun, konsentrasi memudar dan daya ingat juga menurun. Dalam keadaan mengantuk, tubuh masih dapat merespon keadaan tertentu di sekitar, mungkin malah bisa membuat kantuk itu hilang seperti keadaan kaget atau terjatuh. Jika proses mengantuk terus berlanjut maka tahap berikutnya adalah sayup-sayup atau istilahnya tidur ayam dimana respon indrawi masih sedikit dapat diterima namun kesadaran semakin menurun. Setelah sayup-sayup, tahap tidur nyenyak menjadi tahap terakhir menuju kualitas tidur yang baik. Tak jarang pula tahap terakhir ini tidak terlampaui karena sayup-sayup yang anda rasakan terbangunkan. Banyak hal yang mempengaruhi misalnya indra anda yang mengalami respon terhadap suara, getaran maupun pikiran yang tidak tenang. Akhirnya anda mengalami pusing yang luar biasa akibat ketidak nyenyakan waktu tidur. Akhirnya anda mudah marah, tidak konsentrasi dan menjadi pelupa. Ada beberapa jenis gelombang yang telah diketahui melalui penelitian para ilmuwan selama bertahun-tahun. Gelombang dihasilkan oleh getaran atau istilah fisikanya “frekuensi” dengan satuan Hz (Hertz). Untuk masing-masing frekuensi, gelombang dibagi menjadi :

Nama Gelombang Frekuensi
Gamma 16 – 100 Hz
Beta >12 Hz
SMR (Sensori Motor Rhythm) 12 – 16 Hz
Alpha 8 – 12 Hz
Theta 4 – 8 Hz
Delta 0,5 – 4 Hz

Sejak munculnya alat EEG (ElectroEncephaloGraph), gelombang otak lebih mudah diamati dalam berbagai kondisi. Aktivitas dalam otak dapat direkam dalam suatu grafik, dan inilah yang menjadi tonggak awal munculnya terapi melalui music sebagai penyembuh berbagai penyakit, termasuk insomnia. EEG memeriksa, memonitor dan merekam gelombang otak saat tidur. Dilihat dari frekuensinya, gelombang delta merupakan gelombang yang mendominasi otak ketika tidur, karena frekuensinya yang plaing rendah, amplitudo meningkat sehingga aktivitas otak melambat. Jika gelombang delta terus mendominasi otak anda sepanjang hari maka hal ini akan mengurangi konsentrasi dan kecerdasan otk anda. Banyak diantara kita yang sering merasa ngantuk disiang hari, dipagi hari bahkan sore hari (bukan waktu yang tepat untuk tidur). Hal ini karena otak yang didominasi oleh gelombang delta. Keadaan semacam ini sangat mengganggu aktivitas kerja anda.

Tak jarang juga orang yang tak merasakan kantuk meski malam hari telah tiba. Biasanya orang-orang semacam ini sedang menderita penyakit insomnia atau penyakit susah untuk tidur. Dalam kondisi otak tak dapat menghasilkan gelombang delta, otak akan terus tersadar dan terkonsentrasi pada suatu hal, masalah atau sesuatu yang membuat otak terus berpikir. Dengan kata lain bahwa aktivasi gelombang delta akan membawa anda pada tidur yang nyenyak, membawa otak anda pada frekuensi yang rendah. Otak mampu beristirahat untuk menyongsong aktivitas dipagi hari.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.