Penyebab Insomnia Pada Anak

Insomnia ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa dan orang tua, penyakit dengan siksaan tak dapat tidur ini juga dapat menyerang anak-anak. Usia anak, yaitu usia 6-12 tahun rawan pula terkena insomnia. Walaupun seharian anak-anak bersekolah dan bermain namun mereka tak dapat beristirahat dengan nyenyak di malam hari. Mereka butuh dukungan dari keluarga serta bimbingan untuk dapat tidur di malam hari. Anak-anak yang terkena insomnia biasanya tidak nyenyak dan selalu terbangun ketika tidur. Otak mereka tak mendapatkan cukup waktu untuk istirahat, padahal keesokan harinya mereka harus menghadapi hari-hari penuh pembelajaran dan keceriaan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus secara berkala, maka otak anak-anak dapat terganggu daya ingat dan kemampuan kognitif mereka, karena otak tak beraktivitas secara maksimal.

Sebelum mencari solusi untuk mengatasi insomnia pada anak, hendaknya anda harus mempelajari penyebabnya. Biasanya penyakit insomnia pada anak disebabkan oleh masalah-masalah baik masalah gangguan fisik dan juga psikologis mereka. Mungkin ada keluhan pada fisik mereka yang mengalami rasa sakit atau kurang nyaman. Penyakit asma dan juga cytic fibrosis pada anak biasanya sangat memicu penyebab insomnia.

Malalah psikologis biasanya dipicu oleh lingkungan sekitar seperti teman-teman yang sering mengejeknya, menakut-nakuti dan juga menjahilinya. Ketakutan akan suasana kamarnya juga mempengaruhi pula. Masalah yang paling ekstrim adalah karena faktor ketidak akuran orang tua yang memicu perceraian. Jika masalah ini muncul, sudah tentu mempengaruhi psikologis pada anak bahkan bisa memicu terjadinya depressi. Sering bermimpi buruk juga membuat anak susah tidur sehingga anak akan mengalami kecemasan ketika bangun di pagi hari. Jika terlalu sering bermimpi ini berarti diawali oleh tidur mereka yang kurang nyenyak.

Untuk penyembuhan dan pemulihan anda perlu melakukan beberapa tindakan berupa dukungan psikologis dan fisik. Untuk psikologis anda perlu berusaha membuat anak anda tenang, tidak melibatkan anak pada masalah keluarga, menyembunyikan masalah pribadi anda dan selalu tersenyum dihadapan anak anda. Selalulah bertanya tentang masalah yang mengganjal dipikiran anak, kemudian bantulah mencari solusinya.

Secara fisik anda bisa melakukan terapi, misalnya terapi gelombang otak melalui terapi musik. Dengan terapi musik, gelombang otak pada anak akan dibantu mencapai pola gelombang delta, gelombang yang mendominasi otak saat tertidur. Audio musik gelombang otak sangat efektif dalam pemulihan masalah susah tidur. Audio musik akan membantu otak anak menghilangkan rasa takut dan cemas yang membuat mereka susah tidur. Otak anak akan merespon Audio Gelombang Otak sehingga gelombang pada otaknya bisa turun ke level yang lebih rendah, dari theta ke delta untuk mencapai proses tertidur. Proses ini akan membuat anak-anak menjadi lebih santai dan rileks, ahirnya dengan mudah gelombang turun ke delta yang membuat anak anda mencapai tidur yag berkualitas.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.