Riset Tentang Terapi Musik yang Telah Kami Lakukan

Tak ada sesuatu yang tercipta begitu saja tanpa melalui proses. Sesuatu yang sederhana saja perlu dipelajari, apalagi hal rumit dan hal penting seperti dunia terapi pengobatan. Banyak website yang anda temukan menawarkan jasanya untuk terapi pengobatan, namun tak banyak juga yang benar-benar berkualitas. Kami menawarkan suatu produk yang dapat menyembuhkan penyakit insomnia tentu produk kami tidak serta merta tercipta begitu saja. Demi mendapatkan produk CD Terapi Musik khusus insomnia dan terapi tidur yang mujarab, kami melalui beberapa proses yang rumit. Inilah pembeda antara kami dengan penjual CD Audio terapi musik yang lain, bahwa kami tak hanya menjual produk tapi juga suatu lembaga yang melakukan riset atau penelitian tentang produk yang kami tawarkan.

Mengacu pada literatur ilmiah dan bersumber dari para pakar sebelum kami, kami melakukan riset mengenai efek suara sebagai gelombang yang menstimulasi otak terhadap tubuh dan pikiran manusia. Sebenarnya, produk CD audio terapi musik kami ini banyak sekali dan terapi musik khusus insomnia ini merupakan salah satu diantaranya. CD terapi musik yang dikhususkan untuk insomnia ini merupakan pengembangan dari produk-produk kami sebelumnya karena riset yang terus kami lakukan membawa perkembangan-perkembangan bagi produk-produk kami untuk mencapai produk yang lebih berkualitas. Riset kami bersifat empiris, eksperimental dan juga re-research (riset ulang).

Riset yang kami lakukan ini sangatlah logis, kami memberikan rangsangan / stimulant berupa suara sebagai gelombang yang akan mempengaruhi otak para partisipan sebagai subjek riset kami. Frekuensi gelombang suara yang diberikan disesuaikan dengan tujuan tertentu, kemudian diamati bagaimana respon otak dan tubuh terhadap rangsangan gelombang audio tersebut. Pengamatan terhadap respon tubuh kami lakukan dengan menggunakan alat ECG (Electrocardiogram) yang memberikan deteksi sinyal potensial listrik terhadap jantung manusia. Alat canggih lain yang kami gunakan sebagai deteksi yaitu EEG (ElectroEncephaloGraph) yaitu suatu alat yang mendeteksi pola gelombang otak dalam bentuk grafik. Kedua alat ini terhubung pada komputer untuk memperoleh data visual yang mudah untuk diamati.

Sebagai bahan pengetahuan bagi anda, berikut adalah anatomi otak anda beserta fungsinya. Semua titik yang ada pada otak memegang peranan tertentu yang dibagi dalam 5 bagian besar.

Cerebrum (otak besar) : Otak besar memiliki peranan terpenting bagi tubuh kita karena di dalam otak besar ini terdapat 4 fungsi utama otak yaitu sebagai pusat berpikir dan pengendali gerak otot yang tergabung dalam lobus frontalis, sebagai pusat penglihatan (lobus occipitalis), sebagai pengatur perubahan pada kulit dan otot (lobus parietalis), dan fungsi indera pengecap, pendengar dan pencium (lobus temporalis).

Cerebellum (Otak Kecil) : Otak kecil memiliki fungsi mengatur keseimbangan. Pada bagian depan otak ini terdapat jembatan varol yaitu bagian yang berfungsi sebagai penghantar impuls dari otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh.

Diensefalon (Otak Depan) : terdiri dari talamus dan hipotalamus, thalamus berfungsi menerima rangsang (kecuali bau) dan meneruskan ke area sensorik serebrum. Hipotalamus berfungsi mengatur suhu, nutrisi, terjaga/bangun.

Otak Tengah : Fungsi diensefalon adalah untuk mengatur refleks mata, tonus otot dan posisi tubuh.

Medula Oblongata (Sumsum Lanjutan) : Sebagai pengatur gerak refleks, fisiologis denyut jantung, pernapasan, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah.

Bagian-bagian dan titik-titik yang ada di otak dapat dilihat berdasarkan gambar berikut.

Sedangkan gelombang yang ada di otak dibentuk oleh neuron-neuron sel yang jumlahnya milyaran dan setiap sel neuron saling terhubung menjalin komunikasi dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh otak ini lah yang membentuk gelombang otak yang disebut “brainwave”. Gelombang ini memiliki frekuensi tertentu yang mengindikasikan aktivitas mental yang sedang terjadi.

Untuk mengukur gelombang otak, kami menempelkan electrode (sensor untuk mengukur gelombang otak) pada titik-titik tertentu di kulit kepala. Setiap titik biasanya mewakili satu fungsi pikiran. Misalnya titik Fp1 berperan sebagai pusat konsentrasi dan titik O2 berfungsi sebagai pusat visual. Penentuan titik-titik ini sudah merupakan standar international dalam dunia Neurotherapy. Penempelan electrode pada kepala tidak menyakitkan dan tidak perlu menggunduli rambut. Ilustrasi titik-titik pada elektroda di gambarkan sebagai berikut :

Frekuensi yang diterima elektroda dikirimkan dengan perangkat EEG, yang terhubung dengan komputer sehingga data visual yang telah diubah dapat diamati. Perlu orang yang ahli untuk mengoperasikan EEG, menganalisis dan membaca arti data visual yang dikeluarkan pada layar komputer. Pengoperasian EEG yang tidak mudah membuat para ahli kami terus melakukan pembelajaran dan pelatihan. Tak hanya pandai mengoperasikan dan membaca data dalam EEG, tapi juga harus memahami ilmu neurotherapy.

Sebagai tambahan penjelasan, kami tampilkan contoh data visual dari alat EEG. Dari pengukuran tampak bahwa titik Fp1 gelombangnya adalah theta (gelombang rendah) padahal rata-rata titik lainnya gelombangnya adalah beta (gelombang tinggi), maka diketahui bahwa orang ini mengalami gangguan konsentrasi atau menderita ADHD. Orang ini dalam kesehariannya mungkin sulit fokus pada pekerjaan, tidak bisa konsentrasi ketika mengerjakan tugas dan punya masalah dengan rekan kerja karena tanpa sadar dia suka menyela pembicaraan orang lain.

Sedangkan misalnya, gelombang otak di titik O2 sedang tinggi dan bagian lain lebih rendah, maka kemungkinan orang ini sedang melakukan aktivitas visual dalam pikirannya, misalnya berimajinasi atau bermimpi. Meningkatkan gelombang otak di titik O2 dengan stimulasi gelombang otak bisa membuat seseorang lebih kreatif dan berimajinasi.

Dari penelitian ini kami menyimpulkan beberapa hal penting dari otak untuk membuat orang tertidur guna mengatasi penyakit insomnia, yakni :

  • Frekuensi gelombang otak berubah sesuai dengan aktivitas mental dan fisik yang dilakukan seseorang. Misalnya jika seseorang sedang tidur lelap tanpa mimpi, maka gelombang otaknya adalah delta, sedangkan seseorang yang sedang mengerjakan soal matematika yang rumit, gelombang otak yang dominan adalah beta.
  • Frekuensi gelombang otak bisa diatur sesuai kebutuhan dengan cara stimulasi gelombang otak, baik dengan teknologi monaural beat, binaural beat, atau gelombang isochoric.
  • Tubuh manusia bereaksi terhadap alunan musik secara berbeda-beda tergantung jenis musik dan irama musik itu sendiri.
  • Menerapkan Terapi Musik dan Stimulasi gelombang otak secara bersamaan terbukti meningkatkan dan mempercepat hasil terapi.

Dari sinilah lahir CD terapi music sebagai gelombang stimulant otak supaya menuju tahap tertidur dan mencapai kualitas tidur yang baik.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.