Faktor Penyebab Insomnia yang Perlu Anda Ketahui !

Penyebab penyakit insomnia perlu anda ketahui agar anda bisa mencegahnya sebelum anda terkena dampak negatif insomnia. Insomnia disebabkan oleh beberapa faktor, baik eksternal maupun internal. Faktor eksternal disebabkan oleh semua hal yang berasal dari luar tubuh kita, diantaranya :

  • Stress, Depressi, Resah, Gelisah dan Cemas

Pikiran yang tidak tenang akibat stress membuat anda akan sulit untuk tertidur. Banyak hal pemicu stress seperti masalah hidup, beban hidup, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah percintaan dll akan membawa pikiran anda agar terus terbangun dan otak terus berpikir sehingga anda sulit tidur. Depressi stress cemas dan resah termasuk faktor eksternal kare pemicunya adalah berbagai masalah hidup yang datang diluar kendali organ tubuh manusia.

  • Kebiasaan buruk dan pola tidur yang salah

Pola tidur atau jadwal tidur yang salah akan membuat anda terbiasa untuk tidak tidur pada waktu yang seharusnya. Kebiasaan buruk seperti menonton televisi sampai larut malam, online sampai pagi, nongkrong sampai tengah malam dan lain sebagainya akan mempengaruhi kebiasaan tubuh anda dan “menyetting” tubuh anda agar tidak tidur sebelum tengah malam atau bahkan sampai pagi.

  • Perubahan lingkungan.

Maksud dari perubahan lingkungan disini adalah perubahan pada musim, rumah baru, bahkan hadirnya keluarga baru juga turut berpengaruh pada kualitas tidur anda. Ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman dengan lingkungan barunya akibatnya ia tak dapat tidur dengan nyenyak. Tidak hanya itu, bahkan lingkungan kerja yang baru pun akan terbawa dalam pikiran. Mungkin juga jadwal kerja yang baru, posisi di kantor atau hadirnya orang-orang baru di kantor turut serta mempengaruhi pikiran saat menjelang tidur.

  • Kebiasaan Makan sebelum tidur

Jika anda memiliki kebiasaan makan malam sebelum tidur maka waspadalah anda akan serangan penyakit insomnia. Memakan snack ringan atau “ngemil” mungkin tidak terlalu berpengaruh, tetapi jika anda makan besar sebelum beranjak tidur, akan berdampak pada aliran makanan ke perut tidak lancar, terjadinya salah alir asam lambung dan makanan ke arah dada sehingga dada terasa panas. Hal ini juga membuat anda tidak nyaman saat berbaring dan akhirnya anda akan terus terjaga sepanjang malam, tidur menjadi kacau badan akan terasa lemas dipagi hari.

  • Faktor Usia

Semakin bertambahnya usia, pola hidup akan berubah, aktivitas sehari-hari dan kesehatan menurun, serta semakin bergantung pada obat-obatan. Hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas tidur anda. Biasanya insomnia terjadi pada lansia (lanjut usia) namun juga dapat menyerang anak-anak dan dewasa.

Sedangkan untuk faktor-faktor internal, antara lain sebagai berikut :

  • Pengaruh obat-obatan

Anda yang merasa stress dan depressi pasti akan berupaya untuk menghilangkannya dengan mengkonsumsi obat anti-depressi. Padahal beberapa obat semacam itu akan membawa dampak pada kualitas tidur anda. Bahkan obat-obat lain seperti obat tekanan darah, obat jantung, obat stimulan (seperti: Ritalin) dan Kortikosteroid juga dapat berdampak pada susahnya tubuh kita untuk tidur. Suplemen pembakar lemak juga seringkali mengandung kafein, anti histamin yang dapat membuat anda merasa resah dan zat ini menyebabkan masalah pada urinasi sehingga anda akan sering terjaga pada malam hari untuk terus buang air kecil.

  • Efek Kafein, Nikotin dan Alkohol

Anda yang suka mengkonsumsi teh, kopi, minuman bersoda serta semua jenis minuman yang mengandung kafein, lebih rawan terkena insomnia. Minuman-minuman tersebut terkenal sebagai stimulant,yaitu zat yang mampu meningkatkan kewaspadaan sehingga kita terus terjaga. Nikotin yang terkandung dalam rokok juga memiliki zat stimulan yang patut dihindari. Selain itu, alkohol juga memiliki efek samping yang luar biasa pada kebiasaan tubuh kita untuk tetap terjaga dimalam hari dan tak bisa mencapai tidur yang nyenyak.

Gelombang Otak Saat Tidur

Secara normal, proses yang harus dialami sebelum orang tertidur adalah mengantuk. Mengantuk merupakan suatu keadaan dimana kesadaran akan situasi disekitar mulai menurun, konsentrasi memudar dan daya ingat juga menurun. Dalam keadaan mengantuk, tubuh masih dapat merespon keadaan tertentu di sekitar, mungkin malah bisa membuat kantuk itu hilang seperti keadaan kaget atau terjatuh. Jika proses mengantuk terus berlanjut maka tahap berikutnya adalah sayup-sayup atau istilahnya tidur ayam dimana respon indrawi masih sedikit dapat diterima namun kesadaran semakin menurun. Setelah sayup-sayup, tahap tidur nyenyak menjadi tahap terakhir menuju kualitas tidur yang baik. Tak jarang pula tahap terakhir ini tidak terlampaui karena sayup-sayup yang anda rasakan terbangunkan. Banyak hal yang mempengaruhi misalnya indra anda yang mengalami respon terhadap suara, getaran maupun pikiran yang tidak tenang. Akhirnya anda mengalami pusing yang luar biasa akibat ketidak nyenyakan waktu tidur. Akhirnya anda mudah marah, tidak konsentrasi dan menjadi pelupa. Ada beberapa jenis gelombang yang telah diketahui melalui penelitian para ilmuwan selama bertahun-tahun. Gelombang dihasilkan oleh getaran atau istilah fisikanya “frekuensi” dengan satuan Hz (Hertz). Untuk masing-masing frekuensi, gelombang dibagi menjadi :

Nama Gelombang Frekuensi
Gamma 16 – 100 Hz
Beta >12 Hz
SMR (Sensori Motor Rhythm) 12 – 16 Hz
Alpha 8 – 12 Hz
Theta 4 – 8 Hz
Delta 0,5 – 4 Hz

Sejak munculnya alat EEG (ElectroEncephaloGraph), gelombang otak lebih mudah diamati dalam berbagai kondisi. Aktivitas dalam otak dapat direkam dalam suatu grafik, dan inilah yang menjadi tonggak awal munculnya terapi melalui music sebagai penyembuh berbagai penyakit, termasuk insomnia. EEG memeriksa, memonitor dan merekam gelombang otak saat tidur. Dilihat dari frekuensinya, gelombang delta merupakan gelombang yang mendominasi otak ketika tidur, karena frekuensinya yang plaing rendah, amplitudo meningkat sehingga aktivitas otak melambat. Jika gelombang delta terus mendominasi otak anda sepanjang hari maka hal ini akan mengurangi konsentrasi dan kecerdasan otk anda. Banyak diantara kita yang sering merasa ngantuk disiang hari, dipagi hari bahkan sore hari (bukan waktu yang tepat untuk tidur). Hal ini karena otak yang didominasi oleh gelombang delta. Keadaan semacam ini sangat mengganggu aktivitas kerja anda.

Tak jarang juga orang yang tak merasakan kantuk meski malam hari telah tiba. Biasanya orang-orang semacam ini sedang menderita penyakit insomnia atau penyakit susah untuk tidur. Dalam kondisi otak tak dapat menghasilkan gelombang delta, otak akan terus tersadar dan terkonsentrasi pada suatu hal, masalah atau sesuatu yang membuat otak terus berpikir. Dengan kata lain bahwa aktivasi gelombang delta akan membawa anda pada tidur yang nyenyak, membawa otak anda pada frekuensi yang rendah. Otak mampu beristirahat untuk menyongsong aktivitas dipagi hari.

Mengapa Perlu Tidur Nyenyak di Malam Hari ?

Tidur merupakan kegiatan yang sangat disukai oleh manusia normal. Dibanding makan, tidur jauh lebih penting bagi tubuh kita. Ketika kita tidak makan satu minggu, tubuh masih mampu bertahan. Namun, jika kita tidak tidur sehari semalam saja, apa yang akan anda rasakan??? Tentu kondisi badan yang sangat kacau. Fakta telah menyatakan bahwa tidak tidur selama 3 hari berturut-turut dapat menimbulkan kematian. Maka jelas sudah bahwa tidur adalah suatu kebutuhan primer bagi manusia.

Tidurpun harus ada ketentuan khusus untuk mencapai pengistirahatan tubuh yang sebenarnya. Tidur nyenyak yang berkualitas lah yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh yang fit dan fresh. Untuk mencapai kata kualitas dalam tidur, tak perlu waktu yang lama. Tidur selama 3 jam namun berkualitas, lebih baik daripada tidur 5 jam tapi tidak berkualitas. Tidur tidak tenang dan masih menyimpan pikira-pikiran negative membuat kualitas tidur tidak tercapai. Apa masalah yang akan timbul jika anda tidak nyenyak tidur dimalam hari?

  • Proses belajar dan memori terganggu

Belajar dan memori anda dikendalikan oleh otak. Semakin anda peduli terhadap otak, dengan cara merawat dan mengistirahatkannya dengan benar maka otak pun akan memberikan kinerja yang luar biasa terhadap anda. Kecerdasan otak anda akan dipengaruhi oleh kemampuan memori yang ada di otak anda untuk merekam dan mengingat berbagai hal yang anda temui. Penelitian ini dikenal sebagai teori memory consolidation, gagasan ini mengusulkan tidur berfungsi untuk memproses dan menyimpan informasi sesuatu yang kita pelajari sebelumnya saat terjaga.

  • Masalah berat badan

Memang agak aneh untuk menghubungkan akibat kurang tidur terhadap masalah berat badan. Namun jika kita mengkaji efek kurang tidur terhadap proses yang ada dalam tubuh, maka hal ini akan menjelaskannya. Kurang tidur membuat metabolisme dan gangguan nafsu makan. Jika anda tidak tertidur di malam hari, anda biasanya akan merasakan lapar dan akhirnya anda akan mengkonsumsi makanan di malam hari. Entah itu makanan ringan atau berat, namun jika malam hari anda isi dengan makan maka tubuh yang seharusnya beristirahat dipaksa bekerja untuk mencerna makanan. Hal ini akan berdampak pada berat badan anda yang semakin bertambah bahkan dapat menyebabkan obesitas. Di tahun 2005, suatu studi yang telah dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine di Amerika, menyatakan bahwa peserta yang mempunyai kelebihan berat badan ditemukan memiliki waktu tidur yang lebih sedikit dibanding peserta dengan berat badan normal (Vorona et al., 2005).

  • Kesulitan mengambil keputusan

Kurang tidur yang diketahui dapat mengganggu pola pikir dan daya ingat, akan berpengaruh juga terhadap suatu keputusan yang anda ambil. D dalam keseharian anda, anda pasti pernah dituntut untuk mengambil sebuah keputusan, baik keputusan untuk diri anda sendiri maupun untuk orang lain dan masyarakat sekitar. Keputusan ini tergantung dari pola pikir anda. Jika anda kurang tidur maka keputusan yang anda ambil pasti tidak melalui suatu pemikiran yang matang akibat konsentrasi, daya ingat dan kecerdasan yang tidak optimal.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang merugikan jika anda tidak nyenyak atau tidak tidur di malam hari. Penyakit apapun siap menyerang anda. Waspada terhadap diri anda sendiri, karena diri anda adalah hidup anda.

Penyebab Insomnia Pada Anak

Insomnia ternyata tidak hanya menyerang orang dewasa dan orang tua, penyakit dengan siksaan tak dapat tidur ini juga dapat menyerang anak-anak. Usia anak, yaitu usia 6-12 tahun rawan pula terkena insomnia. Walaupun seharian anak-anak bersekolah dan bermain namun mereka tak dapat beristirahat dengan nyenyak di malam hari. Mereka butuh dukungan dari keluarga serta bimbingan untuk dapat tidur di malam hari. Anak-anak yang terkena insomnia biasanya tidak nyenyak dan selalu terbangun ketika tidur. Otak mereka tak mendapatkan cukup waktu untuk istirahat, padahal keesokan harinya mereka harus menghadapi hari-hari penuh pembelajaran dan keceriaan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus secara berkala, maka otak anak-anak dapat terganggu daya ingat dan kemampuan kognitif mereka, karena otak tak beraktivitas secara maksimal.

Sebelum mencari solusi untuk mengatasi insomnia pada anak, hendaknya anda harus mempelajari penyebabnya. Biasanya penyakit insomnia pada anak disebabkan oleh masalah-masalah baik masalah gangguan fisik dan juga psikologis mereka. Mungkin ada keluhan pada fisik mereka yang mengalami rasa sakit atau kurang nyaman. Penyakit asma dan juga cytic fibrosis pada anak biasanya sangat memicu penyebab insomnia.

Malalah psikologis biasanya dipicu oleh lingkungan sekitar seperti teman-teman yang sering mengejeknya, menakut-nakuti dan juga menjahilinya. Ketakutan akan suasana kamarnya juga mempengaruhi pula. Masalah yang paling ekstrim adalah karena faktor ketidak akuran orang tua yang memicu perceraian. Jika masalah ini muncul, sudah tentu mempengaruhi psikologis pada anak bahkan bisa memicu terjadinya depressi. Sering bermimpi buruk juga membuat anak susah tidur sehingga anak akan mengalami kecemasan ketika bangun di pagi hari. Jika terlalu sering bermimpi ini berarti diawali oleh tidur mereka yang kurang nyenyak.

Untuk penyembuhan dan pemulihan anda perlu melakukan beberapa tindakan berupa dukungan psikologis dan fisik. Untuk psikologis anda perlu berusaha membuat anak anda tenang, tidak melibatkan anak pada masalah keluarga, menyembunyikan masalah pribadi anda dan selalu tersenyum dihadapan anak anda. Selalulah bertanya tentang masalah yang mengganjal dipikiran anak, kemudian bantulah mencari solusinya.

Secara fisik anda bisa melakukan terapi, misalnya terapi gelombang otak melalui terapi musik. Dengan terapi musik, gelombang otak pada anak akan dibantu mencapai pola gelombang delta, gelombang yang mendominasi otak saat tertidur. Audio musik gelombang otak sangat efektif dalam pemulihan masalah susah tidur. Audio musik akan membantu otak anak menghilangkan rasa takut dan cemas yang membuat mereka susah tidur. Otak anak akan merespon Audio Gelombang Otak sehingga gelombang pada otaknya bisa turun ke level yang lebih rendah, dari theta ke delta untuk mencapai proses tertidur. Proses ini akan membuat anak-anak menjadi lebih santai dan rileks, ahirnya dengan mudah gelombang turun ke delta yang membuat anak anda mencapai tidur yag berkualitas.

Riset Tentang Terapi Musik yang Telah Kami Lakukan

Tak ada sesuatu yang tercipta begitu saja tanpa melalui proses. Sesuatu yang sederhana saja perlu dipelajari, apalagi hal rumit dan hal penting seperti dunia terapi pengobatan. Banyak website yang anda temukan menawarkan jasanya untuk terapi pengobatan, namun tak banyak juga yang benar-benar berkualitas. Kami menawarkan suatu produk yang dapat menyembuhkan penyakit insomnia tentu produk kami tidak serta merta tercipta begitu saja. Demi mendapatkan produk CD Terapi Musik khusus insomnia dan terapi tidur yang mujarab, kami melalui beberapa proses yang rumit. Inilah pembeda antara kami dengan penjual CD Audio terapi musik yang lain, bahwa kami tak hanya menjual produk tapi juga suatu lembaga yang melakukan riset atau penelitian tentang produk yang kami tawarkan.

Mengacu pada literatur ilmiah dan bersumber dari para pakar sebelum kami, kami melakukan riset mengenai efek suara sebagai gelombang yang menstimulasi otak terhadap tubuh dan pikiran manusia. Sebenarnya, produk CD audio terapi musik kami ini banyak sekali dan terapi musik khusus insomnia ini merupakan salah satu diantaranya. CD terapi musik yang dikhususkan untuk insomnia ini merupakan pengembangan dari produk-produk kami sebelumnya karena riset yang terus kami lakukan membawa perkembangan-perkembangan bagi produk-produk kami untuk mencapai produk yang lebih berkualitas. Riset kami bersifat empiris, eksperimental dan juga re-research (riset ulang).

Riset yang kami lakukan ini sangatlah logis, kami memberikan rangsangan / stimulant berupa suara sebagai gelombang yang akan mempengaruhi otak para partisipan sebagai subjek riset kami. Frekuensi gelombang suara yang diberikan disesuaikan dengan tujuan tertentu, kemudian diamati bagaimana respon otak dan tubuh terhadap rangsangan gelombang audio tersebut. Pengamatan terhadap respon tubuh kami lakukan dengan menggunakan alat ECG (Electrocardiogram) yang memberikan deteksi sinyal potensial listrik terhadap jantung manusia. Alat canggih lain yang kami gunakan sebagai deteksi yaitu EEG (ElectroEncephaloGraph) yaitu suatu alat yang mendeteksi pola gelombang otak dalam bentuk grafik. Kedua alat ini terhubung pada komputer untuk memperoleh data visual yang mudah untuk diamati.

Sebagai bahan pengetahuan bagi anda, berikut adalah anatomi otak anda beserta fungsinya. Semua titik yang ada pada otak memegang peranan tertentu yang dibagi dalam 5 bagian besar.

Cerebrum (otak besar) : Otak besar memiliki peranan terpenting bagi tubuh kita karena di dalam otak besar ini terdapat 4 fungsi utama otak yaitu sebagai pusat berpikir dan pengendali gerak otot yang tergabung dalam lobus frontalis, sebagai pusat penglihatan (lobus occipitalis), sebagai pengatur perubahan pada kulit dan otot (lobus parietalis), dan fungsi indera pengecap, pendengar dan pencium (lobus temporalis).

Cerebellum (Otak Kecil) : Otak kecil memiliki fungsi mengatur keseimbangan. Pada bagian depan otak ini terdapat jembatan varol yaitu bagian yang berfungsi sebagai penghantar impuls dari otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh.

Diensefalon (Otak Depan) : terdiri dari talamus dan hipotalamus, thalamus berfungsi menerima rangsang (kecuali bau) dan meneruskan ke area sensorik serebrum. Hipotalamus berfungsi mengatur suhu, nutrisi, terjaga/bangun.

Otak Tengah : Fungsi diensefalon adalah untuk mengatur refleks mata, tonus otot dan posisi tubuh.

Medula Oblongata (Sumsum Lanjutan) : Sebagai pengatur gerak refleks, fisiologis denyut jantung, pernapasan, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah.

Bagian-bagian dan titik-titik yang ada di otak dapat dilihat berdasarkan gambar berikut.

Sedangkan gelombang yang ada di otak dibentuk oleh neuron-neuron sel yang jumlahnya milyaran dan setiap sel neuron saling terhubung menjalin komunikasi dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh otak ini lah yang membentuk gelombang otak yang disebut “brainwave”. Gelombang ini memiliki frekuensi tertentu yang mengindikasikan aktivitas mental yang sedang terjadi.

Untuk mengukur gelombang otak, kami menempelkan electrode (sensor untuk mengukur gelombang otak) pada titik-titik tertentu di kulit kepala. Setiap titik biasanya mewakili satu fungsi pikiran. Misalnya titik Fp1 berperan sebagai pusat konsentrasi dan titik O2 berfungsi sebagai pusat visual. Penentuan titik-titik ini sudah merupakan standar international dalam dunia Neurotherapy. Penempelan electrode pada kepala tidak menyakitkan dan tidak perlu menggunduli rambut. Ilustrasi titik-titik pada elektroda di gambarkan sebagai berikut :

Frekuensi yang diterima elektroda dikirimkan dengan perangkat EEG, yang terhubung dengan komputer sehingga data visual yang telah diubah dapat diamati. Perlu orang yang ahli untuk mengoperasikan EEG, menganalisis dan membaca arti data visual yang dikeluarkan pada layar komputer. Pengoperasian EEG yang tidak mudah membuat para ahli kami terus melakukan pembelajaran dan pelatihan. Tak hanya pandai mengoperasikan dan membaca data dalam EEG, tapi juga harus memahami ilmu neurotherapy.

Sebagai tambahan penjelasan, kami tampilkan contoh data visual dari alat EEG. Dari pengukuran tampak bahwa titik Fp1 gelombangnya adalah theta (gelombang rendah) padahal rata-rata titik lainnya gelombangnya adalah beta (gelombang tinggi), maka diketahui bahwa orang ini mengalami gangguan konsentrasi atau menderita ADHD. Orang ini dalam kesehariannya mungkin sulit fokus pada pekerjaan, tidak bisa konsentrasi ketika mengerjakan tugas dan punya masalah dengan rekan kerja karena tanpa sadar dia suka menyela pembicaraan orang lain.

Sedangkan misalnya, gelombang otak di titik O2 sedang tinggi dan bagian lain lebih rendah, maka kemungkinan orang ini sedang melakukan aktivitas visual dalam pikirannya, misalnya berimajinasi atau bermimpi. Meningkatkan gelombang otak di titik O2 dengan stimulasi gelombang otak bisa membuat seseorang lebih kreatif dan berimajinasi.

Dari penelitian ini kami menyimpulkan beberapa hal penting dari otak untuk membuat orang tertidur guna mengatasi penyakit insomnia, yakni :

  • Frekuensi gelombang otak berubah sesuai dengan aktivitas mental dan fisik yang dilakukan seseorang. Misalnya jika seseorang sedang tidur lelap tanpa mimpi, maka gelombang otaknya adalah delta, sedangkan seseorang yang sedang mengerjakan soal matematika yang rumit, gelombang otak yang dominan adalah beta.
  • Frekuensi gelombang otak bisa diatur sesuai kebutuhan dengan cara stimulasi gelombang otak, baik dengan teknologi monaural beat, binaural beat, atau gelombang isochoric.
  • Tubuh manusia bereaksi terhadap alunan musik secara berbeda-beda tergantung jenis musik dan irama musik itu sendiri.
  • Menerapkan Terapi Musik dan Stimulasi gelombang otak secara bersamaan terbukti meningkatkan dan mempercepat hasil terapi.

Dari sinilah lahir CD terapi music sebagai gelombang stimulant otak supaya menuju tahap tertidur dan mencapai kualitas tidur yang baik.

Terapi Musik Alternatif Paling Bagus Ketika Sedang Insomnia

Musik secara universal dihasilkan oleh nada-nada tertentu pada gelombang tertentu. Keras lemahnya suara dari musik yang anda dengarkan bergantung pada frekuensi gelombang suara yang dihasilkan. Musik termasuk bunyi yang memiliki frekuensi yang teratur. Tidak semua bunyi memiliki frekuensi teratur dan enak didengar. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dimana getaran ini menghasilkan gelombang longitudinal kesegala arah. Contohnya bunyi ledakan bom, bunyi kereta api dan bunyi pesawat terbang tidak enak untuk didengar. Bunyi dengan frekuensi tak teratur membawa pengaruh pada otak yang mengakibatkan otak jenuh, stress serta menimbulkan rasa ingin marah. Sebaliknya, musik dengan keteraturan frekuensinya lebih enak didengar, lebih menarik dan membawa otak untuk mencapai keadaan tenang. Namun tak semua jenis musik memiliki dampak seperti ini, jenis musik-musik klasik memiliki suara yang lebih lembut dibanding musik rock. Berdasarkan penelitian dibidang musik sebagai gelombang bunyi dengan gelombang otak ternyata keduanya memiliki hubungan. Jenis musik yang didengarkan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap gelombang otak. Pada frekuensi tertentu, gelombang bunyi yang dikemas membentuk alunan nada-nada dalam musik memberi respon tertentu terhadap gelombang otak. Bandingkan ketika anda memutar music rock dengan musik dangdut, pop, melayu atau keroncong. Bagaimana perbedaan suasana hati anda? Musik-musik tersebut juga mebuat mood anda berbeda-beda. Maka dari itu tak menutup kemungkinan bahwa musik juga dapat mempengaruhi psiokologi anda. Psikologi erat hubungannya dengan pikiran anda. Pikiran anda dipengaruhi oleh keadaan saraf-saraf di otak anda. Nah, dengan musik tertentu penyakit yang menyerang pikiran anda seperti insomnia, penyebab anda susah untuk tidur akan mampu teratasi dengan terapi musik.

Fakta Tentang Terapi Musik

Tokoh-tokoh pencetus Terapi Musik

Ilmu tentang terapi musik telah berkembang sejak abad ke-800 Masehi, yaitu jaman kekhalifahan Islam. Dua tokoh yang amat berperan yaitu Al Kindi dan Al Farabi, dua orang ilmuwan Islam yang mempelajari beberapa bidang ilmu seperti filsafat, logika, ilmu hitung, astronomi, ilmu musik termasuk juga ilmu kedokteran dan pengobatan. Dua tokoh inilah yang memberikan ide dan gagasan mengenai musik sebagai penyembuh mujarab dari berbagai penyakit. Great Book About Musik, sebuah buku karya Al Farabi mengatakan bahwa musik membuat rasa tenang, sebagai pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual, menyembuhkan gangguan psikologis.

Selain 2 tokoh diatas, seorang filsuf terkenal dan pemikir besar Islam yaitu Ibnu Sina yang juga merupakan murid dari Al Farabi, mengatakan bahwa “Salah satu perawatan terbaik dan paling efektif adalah memperkuat kekuatan mental dan spiritual pasien, dan memberinya lebih banyak keberanian untuk melawan penyakit”.

Menurut Sina bahwa keberadaan suara sangat penting untuk eksistensi manusia. Suara yang tertata dan teratur memiliki efek mendalam pada jiwa seseorang.

Semua Jenis Musik bisa dijadikan Terapi Kesehatan.

Jenis musik seperti apa yang cocok untuk terapi kesehatan??? Jika itu pertanyaannya, maka bisa dijawab “semua jenis musik”. Ya, semua jenis atau genre musik sebenarnya bisa digunakan perihal terapi kesehatan. Namun perlu diingat bahwa setiap jenis musik itu memiliki efek yang berbeda terhadap respon tubuh , terutama pikiran kita. Masing-masing nada, melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya musik akan memberi pengaruh berbeda kepada pikiran dan tubuh kita. Tantangan didalam menciptakn musik untuk terapi adalah menyesuaikan komposisi musik dengan masalah atau tujuan yang ingin kita capai. Jika tujuannya adalah ingin menyembuhkan penyakit insomnia, maka yang harus diracik adalah music yang mengantarkan seseorang untuk tertidur. Musik yang membuat kita mengantuk dan akhirnya terbawa di alam mimpi. Tiga (3) komponen musik yang sangat berpengaruh terhadap manusia yaitu beat, harmony dan ritme. Beat mempengaruhi tubuh, harmony mempengaruhi roh dan Ritme mempengaruhi jiwa manusia. Tiga komponen ini akan berpadu untuk menyembuhkan segala penyakit yang ada dalam diri manusia dimana manusia itu terdiri dari raga atau tubuh, roh dan jiwa.

Bukti nyata beat dapat mempengaruhi tubuh adalah ketika kita sedang berada pada sebuah konser musik rock, maka tak ada satupun dari pemain musik rock dan kita yang hanya diam saja. Hampir dipastikan tubuh akan bergerak seirama dengan beat musik rock. Tubuh akan selalu mengikutinya walaupun terasa sangat lelah untuk terus bergerak dengan dahsyatnya. Bahkan ada yang sampi bergerak memutar kepala dan berteriak-teriak.

Harmoni atau melodi yang menyayat hati seperti ketika kita mendengarkan suara-suara dalam film horror, atau suara-suara di video bencana alam yang menyayat hati seringkali membuat kita merinding. Dalam ritual keagamaan, seringkali diberikan musik-musik yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Dalam dunia meditasi, manusia mendengarkan harmoni-harmoni yang ada di lingkungan sekelilingnya.

Ritme atau irama sebuah musik yang dapat memberikan pengaruh terhadap jiwa manusia. Jiwa yang merasakan kesedihan, kegalauan, kegundahan disarankan untuk mendengarkan musik yang indah dengan ritme yang teratur. Perasaan sedih biasanya akan menjadi lebih tenang dan rileks, bahkan di luar negeri pihak dokter dan rumah sakit memperdengarkan musik pada sang pasien guna mempercepat proses penyembuhan.

Terapi musik yang effektif, memadukan antara ketiga komponen tersebut meliputi beat, harmoni dan ritme guna memberikan kesembuhan pada penyakit tertentu. Jadi, walaupun semua jenis musik bisa digunakan namun musik dengan komposisi tertentu tidak sembarang orang bisa menciptakannya. Perlu pengalaman, riset, pembelajaran dan juga pelatihan secara professional.

Awas ! Kenalilah Gejala Insomnia

Kata insomnia tentu tak asing lagi bagi telinga kita. Penyakit kurang tidur, bahkan tak bisa tidur ini bisa menguras energi dan mood kita. Jika seseorang berada pada keadaan dimana ia sulit tertidur, tak bisa mencapai lelapnya tidur atau selalu terjaga saat tidur maka keesokan paginya mood menjadi rusak, badan terasa lemas dan kekurangan energi untuk melakukan aktivitas. Ketika seseorang terus berada pada keadaan ini, maka dampak negatif terhadap kesehatan tak bisa dihindari lagi. Hal tersebut akan mempengaruhi kualitas hidup anda. Menurut penelitian, secara normal lamanya waktu yang dibutuhkan untuk tidur adalah selama 7-8 jam dalam sehari. Jika kurang dari itu maka tubuh akan terasa lemas atau kurang fit.

Jika anda merasa tidak dapat tertidur setelah 30 menit memejamkan mata, tidur selama 6 jam atau kurang dalam sehari yang terjadi selama 3 hari berturut-turut atau bahkan seminggu, harus diwaspadai anda terkena insomnia. Adapaun gejala-gejala terjangkitnya penyakit insomnia yaitu :

  • Sering terjaga saat tidur
  • Merasa sulit untuk tidur meski mencoba memejamkan mata
  • Pusing, lemas dan lesu saat pagi hari
  • Sering Resah, gelisah dan depressi tanpa sebab yang jelas
  • Sulit untuk konsentrasi dan sulit mengingat
  • Sakit kepala, leher kaku
  • Mudah marah tanpa alasan.

Bila anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, maka anda perlu waspada terhadap sat penyakit yang cukup mengganggu kualitas hidup anda yaitu insomnia. Kenali gejalanya, atasi masalahnya!